Halaman

Senin, 10 Mei 2010

Minat Masyarakat Terhadap Obat Herbal Meningkat (Suara Merdeka)

08 Mei 2010 | 15:44 wib | Daerah

Minat Masyarakat Terhadap Obat Herbal Meningkat

Yogyakarta, CyberNews. Minat masyarakat menggunakan obat herbal saat ini, cukup tinggi. Apalagi setelah dunia kedokteran mengakui kehebatan obat herbal yang mempergunakan bahan baku alami. Sehingga wajar bila saat ini, minat masyarakat terhadap penggunaan obat herbal semakin meningkat.

Meningkatnya masyarakat menggunakan obat herbal inilah kemudian Tim Pengembangan Obat Bahan Alam Panitia Farmasi dan terapi RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta, yang dipimpin Dr dr Nyoman Kertia SpPD KR, selama dua hari Sabtu dan Minggu (8-9/5) menggelar Seminar Nasional Terapi Medis Berbasis Herbal yang digelar di Auditorium Fakultas Kedokteran UGM.

Seminar yang cukup mendapat sambutan yang cukup positip dari para dokter se Indonesia ini, Sabtu (8/5) dibuka Dirjen Bina Pelayanan Medik Kementerian Kesehatan, Dr dr Sutono MKes serta Deputi Menko Kesra Bidang Koordinator Kependudukan, Kesehatan dan Lingkungan Hidup, Dr Emil Agustiono Mkes.

Salah satu narasumber yaitu Kepala Riset and Development (R&D) PT Sido Muncul, Wahyu Widayani, mewakili Direktur Utama PT Sido Muncul, Irwan Hidayat, kepada wartawan di sela sela seminar mengakui, sekarang ini para dokter banyak yang meneliti herbal.

Pihaknya pun memberikan apresiasi positif, apalagi pemerintah juga sudah mencanangkan 'scientifikasi herbal', sehingga khasiat maupun kegunaan obat herbal bisa diterima secara ilmiah. Selain itu, juga dapat dengan mudah diterima oleh kalangan medis.

Ke depan, kata dia, pihaknya sudah menyiapkan herbal yang dilandasi penelitian, bukan dipakai karena berdasarkan kebiasaan, tetapi lebih dari itu. Misalnya, masalah khasiat dan lain sebagainya. "Kami sedang menyiapkan itu, dan sekarang sedang dalam penelitian," kata Wahyu Widayani, yang dalam kesempatan itu memaparkan materinya berjudul Pengelolaan Industri Herbal Berbasis Farmasi.

Yang pasti, seluruh produk Sido Muncul telah lulus uji toksisitas hingga uji khasiat sehingga terjamin kualitas kontrolnya. "Jadi masyarakat tidak perlu khawatir lagi," katanya. "Apalagi sudah lulus uji toksisitas," tambahnya.

Sementara Dr Noor Wijahadi M Kes PhD dari Fakultas Kedokteran Undip Semarang yang memaparkan materinya berjudul Herbal sebagai memunostimulan juga mengakui sadar atau tidak sadar sudah dokter menggunakan obat herbal.

Ia juga menjelaskan perbedaan tentang jamu, herbal terstandar dan fito farmaka. Dari ketiga kriteria herbal itu, yang bisa diresepkan oleh dokter, baru fito farmaka.

Noor Wijayahadi yang meneliti produk Tolak Angin Cair mengemukakan, komponen-komponen yang ada dalam produk tersebut terbukti mampu memperbaiki kondisi kesehatan dan daya tahan tubuh. "Kita harapkan ada pemahaman dari para dokter bahwa beberapa herbal sudah punya bukti scientifik yang memadai, termasuk di rumah sakit sudah ada buku standar pelayanan herbal. Tolak Angin Cair sudah masuk obat herbal terstandar dan sudah diuji secara farmatologis," ujarnya menjelaskan.

Dalam forum tanya jawab, menjawab pertanyaan seorang peserta seminar apakah selama ini ada komplain, Wahyu Widayani mengemukakan komplain yang ada sifatnya sebatas 'human error' terkait pengepakan, misalnya satu dos yang seharusnya berisi enam tapi berisi lima.

Komplain langsung ditindaklanjuti. "Tentang komplain yang menyebabkan sakit, Alhamdulilah selama ini tidak terjadi," kata dia. "Kalau komplain yang lain kok selama ini tidak ada," tambahnya.

( Sugiarto /CN12 )

Powered by Telkomsel Blackberry


Tidak ada komentar:

Posting Komentar